1

Materi Kepramukaan

Fundamental Kepramukaan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Fundamental Kepramukaan itu ibarat sebuah fondasi rumah, apabila fondasinya bagus maka rumahnya akan kokoh hingga hilir musim berganti. Maka dari itulah Fundamental Kepramukaan dapat kita gambarkan pada 15 tongkat yang menjadi fondasi hingga membentuk sebuah rumah.

Sebelum masuk ke 15 tongkat kita harus tahu apa itu fundamental kepramukaan. Fundamental memiliki arti dasar, atau acuan dasar yang akan di anut oleh sebuah organisasi. Sedangkan kepramukaan adalah pendidikan yang ada di pramuka. Sehingga fundamental kepramukaan ialah dasar-dasar penyelanggaraan pendidikan dalam kegiatan pramuka.

 

Tongkata Nomor :

  1. Hidup bahagia dan mati bahagia.

Kata-kata tersebut adalah kata-kata yang di ucapkan oleh pendiri WOSM (World Organization of the Scout Movement) atau kita kenal dengan kata pandu yakni oleh Robert Stephenson Smyth Baden-Powel. Dimana seorang Pramuka akan hidup dan mati bahagia setelah ia bermanfaat bagi penerus bangsanya, terutama generasi penerus di Gerakan Pramuka itu sendiri.

 

  1. Kesetiaan , Setia Kepada Allah, bangsa, dan kepada diri sendiri.

Disini dimaksudkan adalah tidak sedang membohongi siapapun termasuk dirinya sendiri, baik secara tindakan maupun fikiran. Sehingga kita menjadi pramuka yang bertuhan, cinta terhadapa tanah air, dan cinta pada dirinya sendiri.

 

  1. indikator keberhasilan yang : happy, Healt, helpfull, handycraft.

Semua atas apa yang dilakukan oleh seorang pramuka tentunya ada sebuah capaian yang harus dicapai, diantaranya; 1) Happy: adalah bentuk/makna dari hidup bahagia dan mati bahagia, 2) Helath: seorang pramuka juga harus sehat jasmani dan rohaninya, jika tidak sehat maka tidak disarankan untuknya mengikuti kegiatan. Karena selayaknya seorang pramuka adalah orang lapangan, 3) Helpful: saling membantu sesuai dengan dasa dharma poin ke 5 yakni rela menolong dan tabah dimana seorang pramuka itu akan membantu siapapun tanpa memandang ras, suku, bangsa, dan agamanya, 4) Handycraft: seorang pramuka juga dituntut untuk kreatif sehingga mampu menciptakan suatu hal yang baru dan bermanfaat baik ketika berkegiatan ataupun dalam sebuah kompetisi.

(tongkat nomor 1, 2, 3 tsb adalah diperuntukan bagi anggota pramuka Dewasa)

 

Tongkat Nomor:

  1. Membentuk Kepribadian dan akhlak mulia kaum muda.
  2. Menanaman semangat kebangsaan, cinta tanah ait dan bela negara bagi kaum muda.
  3. Meningkatkan kecakapan hidup, keterampilan kaum muda sehingga siap menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat, patriot dan pejuang yang tangguh, serta menjadi calon pemimpin bangsa yang handal pada masa depan.
  4. mencintai lingkungan.

Pada poin 4,5,6, dan 7 itu merupakan bentuk pengaplikasian dari Tribina (Bina diri, bina satuan, bina masyarakat) dan pengamalan trisatya dan dasa dharma yang merupakan landasan organisasi pramuka untuk menjalankan bentuk pengabdiannya untuk negeri.

( Tongkat nomor 4,5,6,7 merupakan tujuan dari pendidikan kepramukaan )

Tongkat Nomor :

  1. Prisip dasar kepramukaan.

Prinsip dasar kepramukaan ada 4 yaitu :

  1. Taat pada Tuhan

Menandakan bahwa kita tidaklah atheis dan yang terpenting adalah memiliki agama

  1. Peduli pada diri sendiri

Kita tidak sedang mengacuhkan apa yang juga menjadi perioritas pribadi.

  1. Peduli pada negara kesatuan republik Indonesia

Dengan kita ikut menjaga keutuhan NKRI nya baik terhadap lingkungannya ataupun terhadapa jajahan dari luar yang dapat menjadi ancaman bagi NKRI.

  1. Taat pada kode kehormatan.

Yakni Trisatya dan Dasadharma Pramuka

  1. Metode kepramukaan.

Metode Kepramukaan ada 8 :

  1. Pengamalan kode kehormatan
  2. Belanjar sambil melakukan
  3. Sistem berkelompok
  4. Kegiatan yang menantang dan disesuaikan dengan pendidikan atas perkembangan rohani dan jasmani anggota muda dan anggota dewasa muda
  5. Kegiatan di alam terbuka
  6. Sistem tanda kecakapan
  7. Sistem satuan terpisah putera dan puteri
  8. Kiasan oxandrolone for sale in australia Dasar
  9. Strategi Pendidikan kepramukaan.

Strategi pendidika kepramukaan memperhatikan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), Visi dan Misi, serta Tujuh Program Prioritas yang dijadikan sebagai Rencana Strategis Gerakan Pramuka

  1. Sistim among.

Among yang berarti mengasuh, memelihara, atau menjaga. Dan sedangkan yang memberikan bimbingan itu disebut Pamong. Sistem among tertera pada kata yang di ucapkan oleh ki hajar dewantar yakni Ing arso sung tulodo, Ing madyo mbangun karso, Tut wuri handayani

  1. Kiasan dasar.

Kiasan Dasar dalam Gerakan Pramuka diambil dari romantika sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan juga budaya bangsa Indonesia. Dengan demikian, Kiasan Dasar ini mengambil hal-hal yang terkait dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, baik pada masa lalu maupun perjuangan pembangunan di masa sekarang. Kiasan Dasar digunakan sebagai salah satu unsur terpadu dalam pendidikan kepramukaan. Penggunaannya dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi, sesuai dengan usia dan perkembangan peserta didik. Kiasan dasar berfungsi untuk mendorong kreatifitas dan keikutsertaan peserta didik dalam  setiap kegiatan Pendidikan Kepramukaan.

  1. Kiasan Dasar Pramuka Siaga

Pramuka yang berusia 7 sampai 10 tahun disebut Siaga. Nama “Siaga” diambil dari Kiasan Dasar yang bersumber pada romantika perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda, yaitu masa “mensiagakan” rakyat. Masa ini merupakan awal dimulainya perjuangan baru yang ditandari dengan berdirinya Pergerakan Nasional Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Satuan terkecil dalam Pramuka golongan Siaga adalah Barung, Sebutan “Barung” yang berarti “tempat penjaga ramuan bangunan”, mengkiaskan kelompok kecil Siaga beranggotakan 6 sampai dengan 8 anak. Barung dipimpin oleh seorang “Pinrung” (Pimpinan Barung) yang diwakili oleh seorang “Wapinrung” (Wakil Pimpinan Barung). Nama tiap-tiap Barung diambilkan dari macam warna seperti Merah, Putih, Hijau, Biru dan lain sebagainya yang dipilih sesuai dengan kesukaan anggota dan disesuaikan dengan makna warna yang dapat mengkiaskan sifat karakter Pramuka Siaga.

  1. Kiasan Dasar Pramuka Penggalang

Pramuka berusia 11 sampai 15 tahun disebut Penggalang.  Nama Penggalang diambil dari kiasan dasar Gerakan Pramuka yang bersumber pada romatika perjuangan bangsa dalam meraih kemerdekaan dari penjajahan Belanda, yaitu “masa menggalang persatuan” yang diwujudkan dalam ikrar sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Kelompok kecil Pasukan Penggalang beranggotakan 6 sampai dengan 8 orang disebut “Regu” yang berarti “gardu tempat  berjaga”. Regu dipimpin oleh seorang “Pinru” (Pimpinan Regu) dan diwakili oleh seorang “Wapinru” (Wakil Pimpinan Regu). Nama tiap-tiap Regu diambilkan dari macam-macam nama hewan untuk yang putra dan macam-macam nama bunga untuk yang putriyang dipilih sesuai dengan kesukaan anggota. Kumpulan 3 sampai 4 regu disebut  Pasukan, berasal dari kata “Pasukuan”  yang berarti “tempat  suku berkumpul atau satu kelompok prajurit”. Kiasan kehidupan Pramuka Penggalang adalah menjelajah wilayah baru dengan teman sebaya.Pasukan penggalang diketuai oleh seorang “Pratama”. Sebutan tingkatan golongan Pramuka Penggalang terdiri atas Ramu, Rakit, dan Terap.

  1. Kiasan Dasar Pramuka Penegak

Pramuka golongan Penegak adalah peserta didik yang berusia 16 sampai 20 tahun. Nama Penegak diambil dari kiasan dasar Gerakan Pramuka yang bersumber pada romantika perjuangan bangsa dalam menegakkan kemerdekaan yang ditandai dengan peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI, pada tanggal 17 Agustus 1945. Satuan terkecil dalam Golongan Pramuka Penegak disebut Sangga, terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Arti kata Sangga adalah “gubug” atau “rumah kecil tempat penggarap sawah”. Nama Sangga disusun sesuai dengan Kiasan Dasar, yaitu Sangga Perintis, Sangga Penegas, Sangga Pencoba, Sangga Pendobrak, Sangga Pelaksana. Nama Sangga dipilih dan diambil dari cerminan sifat-sifat baik yang menonjol yang akan ditiru oleh anggota Sangga tersebut. Pemimpin Sangga (Pinsa) dan Wakil Pemimpin Sangga (Wapinsa) dipilih berdasarkan musyawarah Sangga.

  1. Kiasan Dasar Pramuka Pandega

Pramuka Pandega berusia antara 21 sampai dengan 25 tahun. Nama Pandega diambil dari Kiasan Dasar Gerakan Pramuka yang bersumber pada romatika perjuangan bangsa dalammengisi kemerdekaan dengan memandegani atau memelopori pembangunan bangsa. Tingkatan dalam Pramuka Penegak hanya terdiri dari dua yang didasarkan pada bantara-bantara atau kader pembangunan yang kuat, baik, terampil dan bermoral yang sanggup melaksanakan pembangunan. Satuan terkecil dalam Golongan Pramuka Pandega disebut “Reka” yang berarti “teman kerja” (rekan). Reka dipimpin oleh seorang Pinka dan diwakili oleh Wapinka nama tiap-tiap reka diambilkan sesuai dengan minat dan aktivitas anggotanya. Jumlah peserta didik dalam reka antara 4 sampai 6 anggota saja atau menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Satuan Terbesar dalam Golongan Pramuka Pandega disebut Racana yang berarti “dasar penyangga tiang bangunan” (dalam bahasa jawa disebut umpak). Nama Racana umumnya menggunakan nama pahlawan. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan penggunaan nama jenis senjata, nama kerajaan dalam pewayangan atau nama ceritera mitos.

  1. Dasa Karya.

DASA KARYA GERAKAN PRAMUKA 2018–2023

  1. Penguatan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
  2. Pengembangan Pusdiklat dan Puslitbang
  3. Penguatan Kehumasan
  4. Pelaksanaan Sentra Perkemahan Modern
  5. Manajemen Aset Gerakan Pramuka yang lebih baik dan Mandiri secara finansial
  6. Pramuka sebagai agen perubahan dengan pendidikan Sesosif (Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual, Fisik).
  7. Pramuka yang Kreatif dan Inovatif.
  8. Pramuka Wirausaha.
  9. Pramuka Bermasyarakat.
  10. Pramuka Berwawasan dan Gerakan Global.

(Tongkat nomor 8,9,10,11,12, dan 13 ini adalah merupakan pilar atau landasan dalam gerakan pramuka)

Tongkat Nomor :

  1. Tehnik Kepramukaan.

Materi teknik kepramukaan adalah materi-materi yang berupa keterampilan dasar yang menjadi bagian dari sistem pendidikan kepramukaan, meliputi :

  1. Simpul, ikatan dan tali-temali
  2. Cara Membuat Dragbar Usungan (Tandu Darurat) Pramuka
  3. Sandi
  4. Jenis Pasak Tenda dan Cara Memasangnya
  5. Menaksir Tinggi Dengan Perbandingan Segitiga
  6. Menaksir Lebar Dengan Perbandingan Segitiga
  7. Menaksir Kecepatan Arus Air Sungai
  8. Cara Cepat Membaca Morse
  9. Semaphore Cara Mudah Cepat
  10. 16 Arah Mata Angin dan Kompas
  11. Jenis, Bagian, dan Fungsi Kompas
  12. Peta Lapangan
  13. Panorama (Sketsa Pemandangan)
  14. Peta Pita
  15. Tanda Medan untuk Mapping dalam Kepramukaan
  16. Baris Berbaris

15. Keterampilan Kepramukaan

Keterampilan Kepramukaan berdasarkan ranah pengembangannya dapat dikelompokkan menjadi lima sebagai berikut.

  1. Keterampilan spiritual
  2. Keterampilan emosional
  3. Keterampilan sosial
  4. Keterampilan intelektual
  5. Keterampilan fisik